
Kapontori, Buton – Semangat pelestarian lingkungan hidup kembali bergema di Kabupaten Buton melalui pelaksanaan program penanaman 1.000 pohon bertajuk “Pohon Jiwa: Investasi Hijau untuk Generasi Mendatang”. Gerakan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Hutan Lambusango sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Program tersebut diselenggarakan oleh KPA Tarsius Kapontori di bawah naungan Yayasan Tarsius Celebes Indonesia setelah dinyatakan lolos dalam Program Layanan Dana Masyarakat FoLU Biodiversity – Penanaman Pohon Tahap IV. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia dalam mendukung penurunan emisi gas rumah kaca melalui implementasi FoLU Net Sink 2030.

Kegiatan seremonial dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 di SMAN 2 Kapontori dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buton Syarifuddin Syaafa, S.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buton mendukung penuh seluruh gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hutan dan sumber kehidupan.



Beliau juga mengajak seluruh perangkat pemerintahan, lembaga, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan penghijauan dan menjaga kawasan hutan dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh BKSDA SKW I Sulawesi Tenggara, Camat Kapontori, Koramil 1413-03 Kapontori, Polsek Kapontori, KPH Unit I Kapontori, Lurah Wakangka, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua HKM Kawuna-wuna, komunitas pecinta alam, hingga ratusan siswa-siswi SMAN 2 Kapontori yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
PIC Program Pohon Jiwa, Ahmad Muhardin Hadmar, S.I.P., M.I.P., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga menjadi gerakan edukasi lingkungan untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat, khususnya generasi muda. Menurut Ahmad, “Pohon Jiwa” merupakan simbol hubungan manusia dengan alam, di mana setiap pohon yang ditanam menjadi representasi kehidupan, harapan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan bumi.
Sementara itu, Ketua KPA Tarsius Kapontori, Rusdin, S.Pd., menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan komunitas pecinta alam bersama masyarakat dalam mendukung target FoLU Net Sink 2030 sekaligus memperkuat upaya perlindungan Hutan Lambusango dari praktik perusakan lingkungan dan illegal logging.
Rangkaian Program “Pohon Jiwa” dimulai dengan penanaman simbolis pohon jiwa sebagai lambang komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan alam dan mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi mendatang. Penanaman tersebut menjadi momentum awal lahirnya gerakan kolektif pelestarian lingkungan di wilayah Kapontori.
Setelah itu, seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan peserta kegiatan melaksanakan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama dalam Menolak Praktik Illegal Logging di Kawasan Hutan Lambusango. Deklarasi tersebut menjadi bentuk keseriusan bersama dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman penebangan liar yang dapat merusak ekosistem dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan diskusi partisipatif bersama puluhan siswa-siswi mengenai pentingnya peran generasi muda dalam mendukung FoLU Net Sink 2030 serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam sesi diskusi tersebut, para pelajar diajak memahami fungsi hutan sebagai penyerap karbon, penjaga sumber air, habitat keanekaragaman hayati, serta benteng utama dalam menghadapi perubahan iklim.
Tidak berhenti pada kegiatan seremonial, program ini juga akan disertai monitoring dan evaluasi pertumbuhan pohon secara berkala guna memastikan seluruh pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial ekonomi secara berkelanjutan.
Penanaman tahap pertama dilanjutkan pada Minggu, 17 Mei 2026 di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bumbula, Hutan Lambusango. Selanjutnya, penanaman tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 di kawasan HKM Kawuna-wuna sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan berbasis masyarakat.
Dalam program ini, sebanyak 1.000 pohon akan ditanam secara bertahap, terdiri dari 400 pohon kayu dan 600 pohon buah. Sebanyak 20 pohon buah ditanam di lingkungan SMAN 2 Kapontori sebagai sarana edukasi lingkungan bagi siswa. Sebanyak 200 pohon kayu ditanam di kawasan DAS Bumbula, sementara 780 pohon lainnya akan ditanam di kawasan HKM Kawuna-wuna.
Jenis pohon kayu yang ditanam meliputi beringin, mahoni, dan wola. Adapun tanaman buah terdiri dari manggopa, mangga, pala, dan alpukat yang diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar di masa mendatang.
Melalui gerakan “Pohon Jiwa”, masyarakat Kapontori menunjukkan bahwa menjaga hutan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah semata, melainkan gerakan bersama untuk merawat kehidupan. Dari Lambusango, ribuan harapan kini mulai tumbuh mengakar untuk bumi, dan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang.

