Mengenal Hutan Lambusango

Hutan Lambusango adalah hutan alam dataran rendah yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Buton dengan posisi koordinat geografis antara 5009’-5024’LS dan 122043’-23007’BT. Hutan lambusango mencakupi sebagian dari areal hutan yang ada di Pulau Buton. Sebuah pulau yang memiliki panjang sekitar 130 km dan lebar sekitar 50 Km. Hutan Lambusango memilki luasan sekitar 65.000 Ha. Daratan yang terbentuk merupakan pegunungan dengan puncak tertiggi berada di gunung Tobelo dengan ketinggian 1.100 mdpl.

Poster Profil Hutan Lambusango

Secara administratif, Hutan Lambusango berada di enam wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan, Siontapina, Wolowa, dan Pasarwajo. Di Pulau Buton ditetapkan empat kawasan Konservasi Hutan, Yaitu Suaka Margasatwa Buton Utara (85.000 ha), Suaka Margasatwa Lambusang0 (27.000 ha), Cagar Alam Kakenauwe (810 ha), dan Taman Wisata Alam Tirta Rimba (488 ha). Seluruh kawasan tersebut dikelola oleh pemerintah pusat, yaitu Departemen Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumberdaya Hutan (BKSDA) Sulawsi Tenggara yang merupakan unit pelaksana teknis Direktorat jendral Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHKA).

Hutan Lambusango adalah hutan hujan dataran rendah dengan kondisi geologis yang didominiasi oleh batuan ultra basa dan kapur (limestone). Jenis tanah ini memiliki tingakt kesuburan yang rendah shingga tegakan hutan yang terbentuk juga relatif kurang padat. Cahaya matahari dapat leluasa masuk sampai ke lantai hutan membuat lantai hutan begitu banyak ditumbuhi semak dan tumbuhan bawah. Hutan Lambusango relatif miskin unsur hara dikarenakan kondisi geologisnya yang merupakan bantuan kapur. Menurut Whitten, dkk (2005) hutan di subkawasan sulawesi rata-rata hanya duihuni oleh 35 spesies tumbuhan dalam 0,5 Ha. Berbeda dengan pulau Kalimantan yang dihuni rata-rata sekitar 50 Spesies setiap 0,5 Ha dan di Pulau Papua sekitar 44 spesies dalam 0,5 Ha.

Berbeda dengan tanah yang terbentuk dari aktifitas vulkanis yang umumnya memiliki lapisan tanah yang dalam, subur dan memiliki daya ikat air yang tinggi. Tanah yang terbentuk dari batuan kapur bersifat kedap air. Air hujan yang jatuh di wilayah berkapur sebagian besar diteruskan dan mengalir ke rongga-rongga yang terbentuk hingga terkumpul di goa-goa dalam tanah. Wilayah yang tanahnya tersusun dari batuan kapur sering disebut juga wilayah karst. Di beberapa wilayah di Hutan Lambusango sering ditemukan Gua-Gua Karst yang terbentuk melalui proses lam selama ribuan tahun.

Hutan Lambusango mempunyai beberapa satwa endemik seperti Anoa, andoke, tarsius, kuskus, julang sulawesi. Terdapat pula sekitar 120 spesies burung dan 36 jenis diantaranya adalah endemik Sulawesi. Setiap tahunnya Hutan Lambusango sekitar 300 – 600 turis yang berkunjung ke Hutan Lambusango untuk melakukan berbagai aktifitas seperti kegiatan wisata dan juga penelitian.

Orang Buton adalah masyarakat yang hidup disekitar Hutan Lambusango  yang juga merupakan bagian dari salah satu etnis yang ada di Sulawesi Tenggara. Orang Buton banyak dikenal sebagai suku maritim karena mata pencaharian utama masyarakatnya adalah sebagai nelayan dengan komoditas utama seperti ikan layang, teri, kembung, cakalang, kerapu, tuna, kerang mabe,udang, teripang, rumput laut, dan hasil laut lainnya. Selain kehidupan maritim, sebagian besar penduduk terutama yang tinggal di wilayah perbukitan benyak yang bermatapencaharian dari sektor perkebunan dan pertaanian seperti Jambu mete, Cokelat, Padi, Kelapa dan Kopi. 

Lembah di Hutan Lambusango

One thought on “Mengenal Hutan Lambusango”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *