PETANI WATUMOTOBE ADUKAN LAGI ILLEGAL LOGGING DI SUAKA MARGASATWA HUTAN LAMBUSANGO. “KASUS YANG TERUS BERULANG TANPA EFEK JERA”

Beberapa masyarakat dari perwakilan Kelompok Tani di Kelurahan Watumotobe mendatangi Rumah Jabatan Camat Kapontori pada Selasa malam, 27 /06/2023 sekitar pukul 19.30 WITA. Para petani bertemu dengan Camat Kapontori dalam rangka mengadukan masalah illegal logging yang dalam beberapa bulan terakhir sudah sangat masif beroperasi di wilayah Hutan Bumbula. Sebagaimana diketahui wilayah hutan Bumbula tersebut sebagian besarnya masuk dalam wilayah Kawasan Suaka Margasatwa Hutan Lambusango yang secara aturan hukum dilarang untuk melakukan pengambilan hasil kayu secara ilegal.

Dokumentasi Illegal Logging di Suaka Margasatwa Hutan Lambusango

Dalam pertemuan dengan Camat Kapontori semalam, para petani menyampaikan keresahan dan kekhawatiran akan dampak dari kegiatan illegal logging yang bisa mengancam keberlangsungan debit air di Sungai Bumbula dan juga kekhawatiran akan bahaya banjir bandang karena pohon-pohon besar di bukit telah banyak ditebang secara ilegal. Para petani di kelurahan Watumotobe dan Wakangka sangat bergantung dengan sumber air dari sungai Bumbula karena selama ini wilayah persawahan hampir seluruhnya memanfaatkan air sungai tersebut.

Suarno, Salah seorang petani mengatakan “Saat musim kemarau, air sungai bumbula ini debitnya menurun sangat drastis sehingga petani akan sulit mendapatkan air untuk mengairi sawah. Kami para petani yakin salah satunya ini karena dampak dari hutan yang semakin gundul akibat pencurian kayu ilegal. Selain itu jalan tani juga semakin rusak karena selalu dilalui oleh mobil pengangkut kayu”

Suarno menegaskan “Kami petani saat ini sudah sangat resah, ini jalan usaha tani tapi sepertinya sudah menjadi jalan usaha kayu..!! Kami merasa kegiatan ini sudah dilakukan terang-terangan dan terkesan dibiarkan tanpa ada penindakan yang tegas. Untuk itu saat ini kami mengadu dan meminta bantuan kepada yang berwenang dalam hal ini Camat Kapontori untuk mencarikan solusi supaya kasus ini bisa segera diberantas”.

Dokumentasi Illegal Logging di Suaka Margasatwa Hutan Lambusango

Taufik Dani selaku Ketua Yayasan Tarsius Celebes Indonesia mengungkapkan “Aduan ini bukanlah kali pertama terjadi. Kami dari KPA Tarsius sudah beberapa kali meneruskan aduan kelompok petani terkait masalah illegal logging di Hutan Bumbula ini ke instansi berwenang seperti Polsek, KPH dan BKSDA. Bahkan sudah beberapa kali juga ada penidakan dengan sidak di TKP. Namun sayangnya pada beberapa kali sidak tersebut, kurang berjalan efektif karena selalu saja hanya barang bukti tumpukan kayu dan bekas tebangan saja yang ditemukan di lokasi kejadian”. Lebih mirisnya adalah setelah sidak dilakukan, hanya berselang beberapa waktu saja para pelaku ilegal logging akan masuk lagi merambah kayu di hutan Bumbula itu.

Taufik Dani menambahkan “Harus ada Efek Jera yang nyata agar kejadian ini tidak terus berulang meresahkan masyarakat.!!  Untuk itu kami dari Tarsius juga sangat berharap agar kasus ini benar-benar mendapatkan perhatian serius dari seluruh elemen khususnya pihak Pemerintah Kecamatan Kapontori, Pemerintah Kelurahan Wakangka & Watumotobe, serta dari Instansi yang berwenang seperti Polsek, KPH dan BKSDA”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *