Peduli Dampak Covid-19, Tarsius Celebes Lakukan Pembagian Sembako ke Masyarakat Tidak Mampu di Kelurahan Watumotobe

Wabah virus Corona (Covid-19) yang melanda sebagian besar negara di dunia dan juga di Indonesia, bukan hanya berdampak pada permasalahan kesehatan seperti tingginya angka penyakit atau kematian akibat terjangkit virus, namun juga berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Beberapa pengamat dan ahli ekonomi bahkan menilai Indonesia bisa saja mengalami krisis ekonomi yang cukup parah jika kondisi wabah ini berlangsung dalam waktu yang lama.

Pemerintah Indonesia berupaya dengan berbagai macam cara untuk secepatnya memutus mata rantai penularan Covid-19 ini. Beberapa instruksi pemerintah seperti social distancing atau menjaga jarak sosial, penganjuran untuk beraktifitas dirumah, serta membatasi aktifitas diluar rumah telah berdampak pada aspek sosial ekonomi seperti penurunan pendapatan, pemutusan hubungan kerja dan terhentinya sebagian aktifitas perekonomian masyarakat. Salah satu contoh yang terdampak misalnya petani yang sehari-hari menjual dagangan sayuran di pasar tradisional, terpaksa harus mengalami penurunan pendapatan karena semakin berkurangnya pembeli atau bahkan tidak bisa berjualan karena pasar ditutup. Belum lagi masalah kenaikan harga barang kebutuhan pokok seperti sembako. Tentu kondisi ini membuat masyarakat kecil semakin mengalami kesulitan ekonomi selama masa wabah covid-19 ini berlangsung.

Menanggapi kondisi ini, tentunya Pemerintah Republik Indonesia tidak tinggal diam. Ratusan triliun APBN telah dikucurkan untuk membiayai beberapa program seperti pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai), pelonggaran kredit untuk UMKM, Kartu Pra-Kerja, dan berbagai program lainnya adalah suatu bentuk insentif pada sektor ekonomi. Namun demikian hingga saat ini penyaluran bantuan belum secara merata dilakukan di seluruh daerah karena terkendala oleh berbagai masalah teknis. Di lain sisi kita melihat di media cetak, televisi hingga di media online, ada fenomena gotong royong yang ditunjukan seluruh elemen masyarakat indonesia di berbagai daerah, baik dari kalangan pengusaha, industri BUMN dan Swasta, LSM, komunitas yang menunjukan kepedulian sosial yang tinggi dengan secara sukarela mengumpulkan dan memberikan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berangkat dari kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit, maka Yayasan Tarsius Celebes Indonesia sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang sosial dan lingkungan yang berdomisili di Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton, tergerak untuk memberikan kontribusi dengan melakukan kegiatan pengumpulan donasi yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan pembagian sembako khususnya bagi masyarakat di Kelurahan Watumotobe yang kurang mampu. Kegiatan pengumpulan donasi dilakukan atas dukungan kerjasama dari para pemuda di Karang Taruna Karya Tunas Muda Watumotobe. Donasi yang terkumpul berasal dari kontribusi berbagai pihak seperti Camat Kapontori, Lurah Watumotobe, Kantor BKKBN Kecamatan Kapontori, dan dari berbagai sumbangan pribadi masyarakat kelurahan Watumotobe.

Kegiatan pembagian paket sembako dilakukan dua tahap. Pada tahap pertama pembagian sembako dilakukan pada hari Jumat, 8 Mei 2020, dengan total jumlah paket sembako yang berhasil disalurkan sejumlah 30 paket sembako kepada 30 orang penerima yang tergolong masyarakat kurang mampu di lingkungan Kelurahan Watumotobe. Paket sembako berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak, gula dan mie instan. Kegiatan pembangian sembako ini turut didampingi unsur pemerintah yakni Lurah Watumotobe dan perwakilan Polsek Kecamatan Kapontori.

Selanjutnya pada tahap kedua, pembagian paket sembako dilakukan pada 22 mei 2022 dengan total penerima sebanyak 34 orang. adapun sembako yang dibagikan berupa beras 5 kg. Donasi tahap kedua ini digalang oleh Yayasan Tarsius Celebes bersama dengan Karang Taruna Watumotobe dan Palma FC.

Taufik Dani, selaku direktur Yayasan Tarsius Celebes Indonesia mengungkapkan Permasalahan ekonomi sebagai dampak dari Covid-19 ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Sebagai masyarakat umum, kita tidak boleh hanya berpangku tangan dengan berharap akan datangnya bantuan pemerintah melalui BLT atau insentif lainnya. Pada kondisi ini sangat diperlukan suatu inisiatif dari masyarakat untuk peduli dan tergerak membantu mayarakat di sekitar kita yang kurang mampu.

Lebih lanjut direktur Yayasan Tarsius Celebes Indonesia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyumbang dan juga kepada pihak yang ikut terlibat membantu jalannya kegiatan ini. Harapannya kegiatan ini dapat menumbuhkan kepekaan sosial terutama bagi para pemuda(i) sehingga kegiatan serupa dapat secara sporadis dilakukan di wilayahnya masing-masing. Karena dengan adanya kepekaan sosial yang tinggi serta kesadaran untuk gotongroyong dan tolong menolong dari seluruh elemen masyarakat di seluruh daerah, maka bangsa Indonesia akan lebih tangguh dalam menghadapi dampak ekonomis dari adanya wabah Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *