Tarsius Celebes Gelar Sosialisasi Dampak & Penyebaran Covid -9 ke Masyarakat Kelurahan Watumotobe, Kecamatan Kapontori, Buton

Penyebaran virus Corona di Indonesia hingga saat ini belum menunjukan adanya penurunan kasus. Tercatat data dari Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Nasional, pada 28 April 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia adalah sejumlah 9.511 kasus. Dari hari kehari penemuan kasus positif Covid-19 ini masih menunjukan tren peningkatan yang cukup signifikan. Kasus tertinggi masih di dominasi di Kota Jakarta yang merupakan episentrum penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Berbagai upaya preventif telah dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan menerapkan upaya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB). Beberapa wilayah Kota besar seperti DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, telah menerapkan PSBB untuk meredam laju penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Di wilayah indonesia timur khususnya di Sulawesi Tenggara kini semakin dihantui dengan semakin bertambahnya kasus positifcovid-19. Pada tanggal 27 April 2019, Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tenggara mengumumkan adanya penambahan jumlah Kasus Positif sehingga total kasus mencapai 45 Kasus positif. Yang cukup menggegerkan dari penambahan kasus tersebut adalah adanya penemuan dua kasus di Kota Baubau. Dua kasus ini merupakan kasus positif pertama di Kota Baubau yang resmi dipublikasikan.

Dengan adanya temuan dua kasus positif di Kota Baubau tersebut, maka tentunya hal ini menjadikan kewaspadaan bagi daerah-daerah sekitarnya termasuk wilayah Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton. Mengingat Kota Baubau yang merupakan pusat kegiatan ekonomi, perdagangan dan jasa di Pulau Buton, maka potensi penambahan kasus di Kota Baubau dan juga potensi penyebaran ke daerah-daerah sekitar pun akan semakin besar.

Yayasan Tarsius Celebes Indonesia dan Karang Taruna Karya Tunas Muda Watumotobe, menanggapi cepat adanya temuan dua kasus positif Covid-19 di Kota Baubau tersebut dengan melakukan upaya koordinasi dengan pihak Kelurahan Watumotobe dan Puskesmas Kecamatan Kapontori untuk melakukan upaya-upaya antisipasi salah satunya dengan melakukan sosialisasi kewaspadaan bahaya Covid-19 kepada masyarakat Kelurahan Watumotobe. Sejak beberapa hari sebelumnya, Yayasan Tarsius Celebes Indonesia telah melakukan upaya penggalangan dana untuk pembuatan masker kain yang ditujukan untuk dibagikan secara gratis ke masyarakat Kelurahan Watumotobe.

Kegiatan sosialisasi terkait peningkatan kewaspadaan Covid-19 di Kelurahan Watumotobe, dilakukan pada hari ini Rabu 29 April 2020. Kegiatan Sosialisasi digagas oleh  Yayasan Tarsius Celebes Indonesia dan Karang Taruna Karya Tunas Muda Watumotobe dengan melibatkan unsur BKKBN Kecamatan Kapontori, Pemerintah Kecamatan Kapontori, Pemerintah Kelurahan Watumotobe, Puskesmas Kapontori, dan dari unsur muspika Kecamatan Kapontori seperti Polsek Kapontori, dan Koramil 1413-03 Kapontori.

Metode sosialisasi dilakukan dengan pawai menggunakan kendaraan mobil disertai dengan penyampaian himbauan menggunakan pengeras suara. Lokasi sosialisasi dipusatkan dibeberapa titik utama yang ada di Kelurahan Watumotobe terutama di area permukiman yang ramai dan area publik seperti pasar dan sekitar masjid. Kegiatan sosialisasi ini juga disertai dengan pembagian 100 masker kain secara gratis kepada masyarakat yang ditemui, sekaligus dilakukan edukasi untuk selalu menggunakan masker tersebut ketika beraktifitas di luar rumah dan senantiasa menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan.

Beberapa point utama himbauan yang disampaikan saat sosialisasi kewaspadaan bahaya Covid-19 di Kelurahan Watumotobe adalah ;

1) menghimbau kepada masyarakat Kelurahan Watumotobe untuk mengurangi aktifitas ke Kota Baubau jika tidak begitu mendesak, mengingat Kota Baubau telah ditetapkan menjadi zona merah,

2) Selalu menggunakan masker ketika beraktifitas diluar rumah,

3) Menerapkan upaya social distancing dengan mengurangi kegiatan kumpul-kumpul di luar rumah dan jaga jarak minimal satu meter ketika berkomunikasi,

3) Menerapkan upaya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, istrahat yang cukup dan makan makanan yang sehat,

4) Menyediakan tempat cuci tangan di depan rumah masing-masing, terutama bagi yang memiliki usaha warung /toko,

5) Melakukan ibadah shalat Lima waktu dan ibadah teraweh di rumah masing masing. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Buton yang menghimbau untuk kegiatan ibadah Shalat lima waktu dan ibadah ramadhan seperti shalat teraweh agar dilakukan di rumah saja terhitung sejak tanggal 27 April hingga 11 mei 2020,

6) Segera melaporkan ke Pemerintah Kelurahan Watumotobe jika ada keluarga yang baru datang dari wilayah lain yang termasuk Zona Merah untuk dilakukan upaya karantina atau isolasi selam 14 hari,

7) Segera melaporkan ke petugas kesehatan jika diri sendiri atau ada aanggota keluarga yang mengalami keluhan seperti demam tinggi, flu, dan sesak napas,

8) Menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik dan selalu disiplin mengikuti arahan pemerintah terkait pencegahan Covid-19.

Kegiatan sosialisasi dimulai pada pukul 10.00 hingga pukul 11.30 WITA dengan menyisir seluruh wilayah Kelurahan Watumotobe. Lurah Watumotobe mengungkapkan kegiatan sosialisasi ini sangat penting agar memberikan kesadaran bagi masyarakat Kelurahan Watumotobe terkait bahaya penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dan massif. Bukan untuk menjadikan suatu ketakutan dan kepanikan melainkan membangun upaya kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan upaya-upaya pencegahan agar Covid-19 tidak sampai masuk ke wilayah Kelurahan Watumotobe. Tentunya hal ini membutukan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Watumotobe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *