Buton – Program Forest Youthverse 2025 yang digagas oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, kembali menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian hutan melalui inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata. Rangkaian program ini dimulai dari tahap sosialisasi, kemudian registrasi dan penjaringan peserta, mentoring class, hingga memasuki challenge class yang dilaksanakan secara daring.
Dari proses seleksi tersebut, Ahmad Muhardin Hadmar, S.I.P., M.I.P., sebagai perwakilan Yayasan Tarsius Celebes Indonesia sekaligus Akademisi Universitas Sulawesi Tenggara, berhasil lolos sebagai salah satu dari 100 peserta terbaik tingkat nasional. Ahmad juga menjadi satu-satunya delegasi dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam program ini, Ahmad mengusung gagasan inovatif berjudul “Rebranding Madu Hutan dalam Kemasan Sachet”, sebuah langkah penguatan produk madu hutan sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK). Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Ahmad menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Forest Youthverse memberikan pengalaman berharga, mulai dari proses mentoring yang memperdalam kapasitas peserta dalam mengolah ide inovasi, hingga challenge class yang menantang peserta untuk menguji konsep melalui presentasi dan penguatan rencana aksi.
“Setiap tahapan memberi gambaran nyata bagaimana generasi muda serta dapat menjadi penggerak konservasi melalui solusi kreatif dan aplikatif. Saya bangga bisa mewakili Tarsius dan membawa inovasi Madu Sachet ke tingkat nasional,” ujar Ahmad.

Para peserta dari seluruh Indonesia selanjutnya dibagi ke tiga wilayah pembelajaran lapangan, yakni KHDTK Pondok Buluh (Sumatera Utara), KHDTK Sawala Mandapa (Jawa Barat), dan KHDTK Tabotabo (Sulawesi Selatan). Setelah dinyatakan masuk 100 besar, Ahmad dijadwalkan mengikuti Forest Summit yang akan diselenggarakan oleh BP2SDM Wilayah VI Makassar sebagai rangkaian lanjutan program.
Melalui program ini, akan dipilih 6 peserta terbaik yang akan melaju ke tahap Innovation Stage, yakni sesi presentasi final yang akan berlangsung di hadapan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, MA., Ph.D. Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi para inovator muda untuk memperkenalkan gagasan terbaiknya kepada pembuat kebijakan tertinggi sektor kehutanan.
Ketua Yayasan Tarsius Celebes Indonesia, Taufik Dhani, S.KM., M.Si., menyampaikan apresiasi dan harapannya atas capaian Ahmad.
“Kami sangat bangga atas keterlibatan Ahmad sebagai delegasi Tarsius. Semoga inovasi yang dibawa tidak hanya menjadi gagasan, tetapi dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat hutan. Ini adalah langkah besar bagi pegiat muda konservasi dari daerah,” ujarnya.
Pertemuan tatap muka lanjutan untuk seluruh peserta Forest Youthverse dijadwalkan berlangsung pada 27–28 November 2025, sekaligus menjadi momentum konsolidasi pemuda pelestari hutan dari seluruh Indonesia.

