Terkait Pengembangan Jalan Punggung Kuda di Desa Tuangila, Tarsius Celebes Sarankan Jaga Habitat Asli Satwa Tarsius

Sebagai lembaga yang fokus pada upaya konservasi di Kabupaten Buton, Yayasan Tarsius Celebes diundang oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab Buton, sebagai perwakilan masyarakat untuk memberikan saran masukan tanggapan dalam acara Rapat Tim Teknis AMDAL yaitu Penilaian Kerangka Acuan Andal Rencana Kegiatan Pembangunan pada ruas jalan 039 Todanga (Bts kab muna-Buton) Mataompana pada 14 Oktober tahun 2020.

Suasana Rapat Pembahasan Dokumen AMDAL

Sebagaimana diketahui, wilayah pembangunan ruas jalan 039 Todanga (Bts kab muna-Buton) Mataompana, oleh masyarakat lokal lebih dikenal dengan sebutan “Jalan Punggung Kuda”. Sebutan ini disematkan karena kondisi geografis jalannya yang berupa puggungan bukit dengan sisi kiri dan kanannya berupa jurang yang cukup curam. Lokasi jalan ini tepatnya berada di Desa Tuangila, Kecamatan Kapontori.

Kondisi Ruas jalan yang cukup sempit dengan sisi kiri dan kanannya adalah jurang membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas di ruas jalan ini. Adanya pembangunan ruas jalan ini dimaksudkan untuk membangun jalan baru yang menempel pada tebing dengan rekayasa konstruksi yang sedemikian rupa sehingga jalan baru dapat dibuat lebih lebar dan tentunya akan lebih aman nantinya bagi pengguna jalan.

Meskipun kegiatan pembangunan ini mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat pegguna jalan, namun demikian tetap harus memperhatikan aspek lingkungan yang akan terkena dampak dari kegiatan ini. Lokasi ruas jalan yang akan dibangun ini berada di dalam Kawasan Hutan Lindung dan disekitarnya terdapat juga habitat hewan langka yang dilindungi yaitu Tangkasi atau Tarsius.

Dalam rapat ini Dhany selaku Direktur Yayasan Tarsius Celebes Indonesia yang mewakili masyarakat lokal sekaligus sebagai penggiat lingkungan di Kabupaten Buton, memberikan saran kepada pemrakarsa dan konsultan AMDAL agar memperhatikan betul kelestarian habitat alami satwa Tarsius agar tidak terganggu. Sebagaimana diketahui, pada lokasi tersebut terdapat beberapa pohon yang menjadi tempat tinggal kawanan Tarsius. Tarsius adalah hewan endemik pulau Buton dan statusnya langka dan dilindungi.

Selain itu dalam kegiatan konstruksi agar diminimalisir penebangan pohon dan tetap mempertahankan kondisi tutupan hutan yang baik, serta mengutamakan penerimaan tenaga kerja konstruksi dari masyarakat lokal. Lebih lanjut Dhany juga mengungkapkan adanya keterlibatan berbagai elemen masyarakat ini dapat menjadikan pembangunan di Kabupaten Buton lebih partisipatif, dan lebih memperdulikan aspek sosial dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *