KPA Tarsius Kapontori Lolos seleksi small grant program FOLU NET SINK 2030, Usung “Pohon Jiwa: Investasi Hijau untuk Generasi Mendatang”

Buton – Kabar membanggakan datang dari komunitas lingkungan di Kabupaten Buton. Komunitas Pecinta Alam (KPA) Tarsius Kapontori berhasil lolos dalam Program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant Programme) melalui dukungan kerja sama Indonesia–Norwegia dalam skema FOLU Net Sink 2030. KPA Tarsius Kapontori mengusung proposal program dengan judul “Pohon Jiwa: Investasi Hijau untuk Generasi Mendatang” . Program “Pohon Jiwa” ini akan dilaksanakan pada 25 April 2026 di Kawasan Suaka Margasatwa Lambusango, tepatnya di wilayah Bumbula, Kelurahan Wakangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.

Keberhasilan ini menjadi prestasi tersendiri, mengingat KPA Tarsius berhasil menempati peringkat ke-37 dari 302 proposal yang didanai, dari total 2.032 proposal yang diajukan secara nasional. Program ini berada di bawah tema besar FOLU Biodiversity, yang berfokus pada upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ahmad Muhardin Hadmar, S.I.P., M.I.P selaku PIC KPA Tarsius Kapontori menyampaikan bahwa program “Pohon Jiwa” merupakan bentuk komitmen nyata generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan Lambusango yang memiliki nilai ekologis tinggi. “Hutan Lambusango merupakan habitat bagi keanekaragaman hayati endemik yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, sumber air bersih, dan penopang kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Namun demikian, kondisi hutan Lambusango dalam beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman serius, terutama akibat praktik illegal logging (penebangan liar). Aktivitas tersebut telah menyebabkan berkurangnya tutupan hutan, terganggunya habitat satwa, serta meningkatkan risiko bencana ekologis seperti banjir dan longsor. Selain itu, kualitas sumber daya air juga mengalami penurunan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, program “Pohon Jiwa” dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penanaman pohon semata, tetapi juga sebagai gerakan moral dan edukatif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini akan diawali dengan sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian hutan, dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk investasi ekologis jangka panjang.

Sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung agenda FOLU Net Sink 2030, langkah rehabilitasi hutan melalui penanaman 1.000 pohon menjadi strategi penting dalam meningkatkan tutupan lahan serta memperkuat ketahanan iklim. Pendekatan yang melibatkan generasi muda sebagai aktor utama diharapkan mampu menciptakan perubahan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan.

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lokal dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan. Melalui sinergi antara komunitas, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, diharapkan upaya pelestarian Hutan Lambusango dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan hadirnya program “Pohon Jiwa”, KPA Tarsius Kapontori tidak hanya berkontribusi dalam upaya rehabilitasi hutan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan bagi generasi mendatang. Langkah ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan bumi, dimulai dari aksi nyata di lingkungan terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *