Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2025 yang bertema “Hentikan Polusi Plastik”, Komunitas Pecinta Alam (KPA) Tarsius Kapontori menggelar Aksi Bersih Lingkungan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Juni 2025. Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi Pramuka SMA Negeri 2 Kapontori, serta anggota Karang Taruna Watumotobe, yang bersama-sama membersihkan lingkungan di tiga titik lokasi yang berbeda di Lingkungan Kelurahan Watumotobe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Aksi ini dimulai pada pukul 08.30 WITA dan berakhir pada pukul 10.30 WITA, dengan tujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap masalah sampah, terutama sampah plastik, yang kini menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar.
Kegiatan Aksi Bersih ini difokuskan pada pemungutan sampah plastik dan sampah lainnya yang berserakan di tiga lokasi vital di lingkungan Watumotobe. Lokasi pertama yang menjadi sasaran adalah Bendungan Mataompana, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan juga sarana pengairan persawahan yang sangat penting bagi masyarakat petani di Watumotobe. Kedua, lingkungan Pasar Lakimbou yang merupakan pusat aktivitas perekonomian, dan ketiga yaitu Area Baruga dan Lapangan Voly, yang biasa digunakan untuk kegiatan olahraga dan hiburan masyarakat setempat. Para peserta aksi yang terdiri dari berbagai kalangan ini saling bahu-membahu memunguti sampah dan memasukkannya ke dalam kantong sampah atau trashbag yang sudah disiapkan sebelumnya. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan begitu terasa di setiap langkah peserta aksi bersih.
Ketua Komunitas Pecinta Alam (KPA) Tarsius, Rusdin, mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian KPA Tarsius Kapontori terhadap masalah sampah, terutama sampah plastik yang masih banyak ditemukan berserakan di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Menurut Rusdin, sampah plastik yang banyak bertebaran di tempat-tempat umum, tempat wisata, ataupun lingkungan sekitar rumah tidak hanya merusak estetika, tetapi juga berpotensi mencemari sungai, pesisir, dan laut. Sampah plastik yang tidak terurai dengan mudah dan memerlukan waktu ratusan tahun untuk terdegradasi menjadi salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem alam. Oleh karena itu, Rusdin berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan.


Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Watumotobe, Misrul Masri, juga memberikan perhatian terhadap masalah pengelolaan sampah di Kelurahan Watumotobe. Misrul mengungkapkan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi warga adalah minimnya fasilitas pembuangan sampah yang memadai. Hingga saat ini, di lingkungan kelurahan Watumotobe belum tersedia fasilitas pembuangan sampah akhir yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga secara teratur dan terorganisir. Hal ini mengakibatkan sebagian besar warga membuang sampah di sekitar rumah mereka atau membakar sampah yang berpotensi merusak kualitas udara dan lingkungan. Misrul menambahkan bahwa keberadaan fasilitas pengelolaan sampah yang baik dan memadai menjadi sangat penting untuk mencegah masalah pembuangan sampah yang tidak terkendali. Ia berharap agar pemerintah kelurahan dan kecamatan dapat memikirkan solusi yang serius untuk mengatasi permasalahan ini agar tidak semakin memburuk di masa depan.
Selain itu, Misrul juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, partisipasi aktif warga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja untuk menyelesaikan masalah ini. Masyarakat juga harus punya rasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan meminimalisir penggunaan sampah plastik,” ujar Misrul. Ia juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat menginspirasi masyarakat Watumotobe untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan mereka, dengan harapan ke depan akan terwujud kawasan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Pembina Pramuka SMA Negeri 2 Kapontori yang sangat mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Komunitas Pecinta Alam Tarsius Kapontori. Selain itu, warga di lingkungan kelurahan Watumotobe juga senang dengan adanya kegiatan ini karena lingkungan sekitar menjadi lebih bersih. “Kegiatan ini memberikan pesan yang kuat kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata. Semua pihak harus selalu bersinergi dalam menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik, dengan harapan adanya langkah kecil seperti kegiatan Aksi Bersih di peringatan Hari Lingkungan Hidup pada hari ini, bisa menumbuhkan budaya cinta lingkungan di masyarakat kita” ujar Pembina Pramuka SMA Negeri 2 Kapontori.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025 ini merupakan momentum yang sangat penting dalam rangka mengingatkan kita semua akan urgensi menjaga kelestarian lingkungan. Melalui aksi bersih-bersih ini, tidak hanya membuat lingkungan sekitar menjadi lebih bersih, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Semoga kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang sulit terurai seperti plastik. Tantangan untuk menjaga kondisi lingkungan yang bersih dan sehat semakin besar, namun dengan kesadaran dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.






