Pendidikan konservasi di kalangan remaja terutama pada jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas), sangat penting karena siswa-siswi SMA adalah generasi penerus yang akan mewarisi kekayaan alam dan sumber daya hayati untuk masa depan. Pada jenjang SMA, Siswa (i) telah memasuki fase perkembangan kognitif yang matang, sehingga sudah dapat memahami dan merenungkan dampak yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Oleh karena itu, melalui pendidikan konservasi, siswa(i) dapat dibekali pengetahuan tentang cara menjaga keseimbangan ekosistem dan pentingnya keberlanjutan alam untuk kehidupan yang lebih baik. Hal ini akan membentuk sikap peduli terhadap lingkungan yang akan bertahan hingga mereka dewasa.
Salah satu upaya untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda seperti pelajar SMA adalah dengan intens melakukan sosialisasi terkait pentingnya konservasi lingkungan. Hal ini akan semakin efektif apabila ditindaklanjuti dengan mengintegrasikan materi pendidikan konservasi ke dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler. Melalui upaya tersebut siswa(i) akan dapat belajar secara langsung tentang dampak-dampak negatif dari kegiatan manusia yang mengeksploitasi alam secara berlebihan, serta belajar tentang aksi-aksi sederhana yang dapat dilakukan untuk berkontribusi dalam perlindungan lingkungan hidup, misalnya aksi bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, pengelolaan sampah, pengolahan plastik dan aksi penghematan energi. Dengan melibatkan remaja dalam aksi nyata, mereka akan merasa lebih terhubung dengan lingkungan dan termotivasi untuk melanjutkan upaya pelestarian alam di masa depan.

KPA Tarsius Kapontori sebagai salah satu organisasi Pencinta Alam di Kabupaten Buton, memiliki salah satu program yang berfokus pada pembinaan dan Pendidikan generasi muda yang berfokus pada pelajar SMA. untuk itu, pada hari ini, Sabtu 3 Mei 2025, dilakukan kegiatan Pengenalan Konservasi pada Siswa SMA Negeri 1 Kapontori yang beralamat di Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Kegiatan sosialisasi ini bertajuk TARSIUS GOES TO SCHOOL Part 2. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari TARSIUS GOES TO SCHOOL Part 1 yang telah dilaksanakan pada minggu lalu tepatnya pada tanggal 26 April 2024 bertempat di SMA N 2 Kapontori, tepatnya di Kelurahan Watumotobe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.
Kegiatan TARSIUS GOES TO SCHOOL Part 2 ini dilaksanakan di ruangan kelas SMA Negeri 1 Kapontori dan dihadiri sekitar 40 (Empat Puluh) Siswa-Siswi SMA dari kelas 10 dan kelas 11. Kegiatan sosialisasi dimulai pada pukul 09.30 sampai 11.00 WITA bertempat. Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan pemberian ionformasi mengenai rencana Rekruitmen Anggota Baru KPA Tarsius Kapontori di Tahun 2025. Pada sesi awal, Rusdin selaku Ketua KPA Tarsius Kapontori menjelaskan terkait profil dan Sejarah KPA Tarsius Kapontori serta kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh KPA Tarsius selama ini. Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh Arif dan Putra selaku anggota KPA Tarsius Kapontori yang memberikan pemaparan materi mengenai pentingnya kegiatan konservasi dan upaya-upaya konservasi apa saja yang bisa dilaksanakan di wilayah Suaka Marga satwa Hutan Lambusango. Dalam sesi tersebut juga dibuka ruang diskusi dan tanya jawab sehingga tercipta suasana yang interaktif antara anggota KPA Tarsius Kapontori dan siswa-siswi SMA 1 Kapontori.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kapontori (Bpk. Asirudin), sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi konservasi oleh KPA Tarsius Kapontori ini karena dapat meningkatkan pengetahuan di bidang konservasi dan juga menumbuhkan semangat untuk lebih mecintai lingkungan. Beliau juga menambahkan, bahwa kegiatan edukasi konservasi dan pendidikan lingkungan ini sangat menarik apabila nantinya dapat berkelanjutan dengan diintegrasikannya Pendidikan konservasi lingkungan ini sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah.


